AP II Poles Bandara Supadio dari Merugi jadi Cetak Laba

Gentur Putro Jati , CNN Indonesia | Rabu, 05/10/2016 19:46 WIB
AP II Poles Bandara Supadio dari Merugi jadi Cetak Laba Bandara yang sebelumnya merugi bersih Rp1,56 miliar sampai Agustus 2015 lalu tersebut, berubah mencetak laba Rp9,58 miliar sampai Agustus tahun ini. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
Pontianak, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II berhasil memoles kinerja keuangan Bandara Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat. Bandara yang sebelumnya merugi bersih Rp1,56 miliar sampai Agustus 2015 lalu, berubah mencetak laba Rp9,58 miliar sampai Agustus tahun ini.

Hendra Gunawan, Finance, Administration and Commercial Manager Supadio menjelaskan, perolehan laba bersih sampai bulan ke delapan tersebut bahkan memutarbalikkan prediksi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2016. RKAP tersebut memperkirakan bandara tempatnya bekerja masih akan merugi pada tahun ini.

“Dalam RKAP sampai Agustus 2016, kami diperkirakan merugi Rp9,78 miliar. Bahkan sampai akhir tahun kami diperkirakan rugi Rp16,14 miliar. Namun, dengan upaya pemasaran yang kami lakukan nyatanya kami mampu meraih laba bersih,” kata Hendra Gunawan, di Pontianak, Rabu (5/10).


Sampai akhir tahun, jumlah laba bersih Supadio diproyeksikan berada di level Rp5,81 miliar. Angkanya sedikit turun dibandingkan perolehan laba Agustus 2016. Pasalnya di akhir tahun ini, AP II membutuhkan modal untuk mempercepat pengembangan bandara tersebut sehingga kapasitas bertambah menjadi 3,8 juta per tahun tahun ini.

Bayuh Siswantoro, General Manager Supadio menambahkan, keberhasilan manajemen AP II dalam mengelola Supadio menjadi lumbung laba baru tidak lepas dari beberapa upaya yang dilakukan timnya dalam melayani penumpang yang juga ditargetkan bertambah.

Jika pada 2015 lalu Supadio mampu melayani 2,71 juta penumpang, maka sampai akhir tahun ini diperkirakan jumlah penumpang yang wara-wiri dari dan menuju Supadio mencapai 2,91 juta.

“Dengan bertambahnya kapasitas bandara tentu akan ada tambahan jumlah penumpang, traffic pesawat dan kargo. Kami pasti melakukan penyesuaian passenger service charge (PSC), tarif sewa tennant, pemasangan billboard iklan, dan berbagai upaya lainnya,” kata Bayuh.

Ia menargetkan sampai akhir tahun Supadio bisa menyumbang pendapatan Rp99,46 miliar, melebihi target RKAP Rp78,30 miliar sehingga mampu memicu munculnya laba bersih tahun ini. (gir)


ARTIKEL TERKAIT