Hendra Gunawan, Finance, Administration and Commercial Manager Supadio menjelaskan, perolehan laba bersih sampai bulan ke delapan tersebut bahkan memutarbalikkan prediksi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2016. RKAP tersebut memperkirakan bandara tempatnya bekerja masih akan merugi pada tahun ini.
“Dalam RKAP sampai Agustus 2016, kami diperkirakan merugi Rp9,78 miliar. Bahkan sampai akhir tahun kami diperkirakan rugi Rp16,14 miliar. Namun, dengan upaya pemasaran yang kami lakukan nyatanya kami mampu meraih laba bersih,” kata Hendra Gunawan, di Pontianak, Rabu (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayuh Siswantoro, General Manager Supadio menambahkan, keberhasilan manajemen AP II dalam mengelola Supadio menjadi lumbung laba baru tidak lepas dari beberapa upaya yang dilakukan timnya dalam melayani penumpang yang juga ditargetkan bertambah.
“Dengan bertambahnya kapasitas bandara tentu akan ada tambahan jumlah penumpang, traffic pesawat dan kargo. Kami pasti melakukan penyesuaian passenger service charge (PSC), tarif sewa tennant, pemasangan billboard iklan, dan berbagai upaya lainnya,” kata Bayuh.
Ia menargetkan sampai akhir tahun Supadio bisa menyumbang pendapatan Rp99,46 miliar, melebihi target RKAP Rp78,30 miliar sehingga mampu memicu munculnya laba bersih tahun ini. (gir)