“Melalui penambahan kecepatan koneksi WiFi tersebut maka Terminal 3 termasuk salah satu terminal penumpang pesawat dengan koneksi WiFi tercepat di dunia,” kata Awaluddin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (7/10).
Ia membandingkan layanan internet cepat tersebut dengan Don Mueang International Airport yang selama ini menggenggam predikat sebagai bandara dengan koneksi WiFi tercepat di dunia. Bandara di Bangkok, Thailand itu memiliki rata-rata kecepatan download 44,22 Mbps dan upload 42,28 Mbps.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal pengalamannya sebagai mantan Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), tentu bukan hal yang sulit bagi Awaluddin untuk menyediakan fasilitas hiburan lewat internet bagi para penumpang pesawat yang bepergian lewat Terminal 3.
“Sementara business travellers dapat memanfaatkan akses gratis ini untuk melakukan online meeting atau conference call melalui Voice over Internet Protocol (VoIP) ketika tengah bepergian,” jelasnya.
Sebagai informasi, dengan bandwith 50 Mbps Terminal 3 untuk penerbangan domestik saat ini mengoperasikan 100 access point di mana nantinya untuk area penerbangan internasional juga akan dioperasikan 100 access point.
Saat ini seluruh 13 bandara di bawah AP II saat ini mengoperasikan sebanyak 464 access point yang ke depannya akan ditambah menjadi total 1.000 access point.
Kolaborasi Telkom
Ia pun mengakui, layanan internet super cepat di Terminal 3 merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan pelat merah tempatnya bekerja sebelumnya.
“Kami bersinergi dengan Telkom dalam menghadirkan koneksi WiFi berkecepatan tinggi ini. Cukup banyak yang dapat dilakukan oleh penumpang pesawat dengan gadget yang terkoneksi WiFi berkecepatan 50 Mbps sehingga membuat waktu menunggu keberangkatan menjadi menyenangkan,” jelasnya.
Tidak hanya di Terminal 3, Awaluddin juga berjanji akan meningkatkan kecepatan internet di terminal 1 dan 2 bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
“Saat ini kecepatan koneksi WiFi di seluruh bandara AP II rata-rata 20 Mbps yang ke depannya juga akan ditambah menjadi 50 Mbps. Bandara Kualanamu di Medan juga akan kami tingkatkan kecepatan internetnya,” katanya.
Untuk dapat mengakses layanan WiFi berkecepatan tinggi ini penumpang pesawat di Terminal 3 dapat memasukkan nomor telepon genggam di setiap sesi koneksi guna terhubung secara gratis selama 15 menit.
Sementara itu, bagi yang membutuhkan koneksi lebih lama dapat memilih koneksi berbayar dengan tarif Rp5 ribu untuk 1 jam, lalu Rp20 ribu untuk 6 jam, dan Rp50 ribu untuk 24 jam.
“Melalui peningkatan layanan WiFi dan smart airport application, saya menargetkan Soekarno-Hatta dapat meraih rating Bintang 5 versi Skytrax dari saat ini Bintang 3,” kata Awaluddin. (gen)