BRI Syariah juga menawarkan pendapatan bagi hasil yang diterima oleh pemegang sukuk dengan kisaran 9,5-10,25 persen per tahun. Dalam proses penawaran tersebut BRI Syariah akan dibantu oleh tiga perusahaan sekuritas sebagai penjamain pelaksana efek yakni PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities dan PT Indopremier Securities.
Dalam keterangan resmi perseroan, Direktur Utama BRI Syariah Mochamad Hadi Santoso mengatakan tujuan dari penerbitan sukuk tersebut antara lain untuk memperkuat permodalan perseroan dalam rangka menunjang kegiatan pengembangan usaha berupa penyaluran pembiayaan dan kemudian diperhitungkan sebagai modal pelengkap (tier 2) serta peningkatan komposisi struktur penghimpunan dana jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini CAR BRI Syariah sebesar 14,3 persen. Dengan penerbitan sukuk, BRI Syariah menargetkan kenaikan CAR menjadi 21,7 persen.
Sukuk Subordinasi I dengan akad Mudharabah ini ditawarkan dengan pendapatan bagi hasil berkisar 9,5 persen - 10,25 persen per tahun.
Sukuk tersebut, ujar Hadi, telah mendapatkan peringkat id A+ dari lembaga pemeringkat Fitch.
Proses penawaran awal (bookbuilding) akan dilakukan selama 12-26 Oktober 2016 dengan estimasi efektif 8 November 2016. Sedangkan rencana penawaran umum dilakukan pada 10-11 November 2016.
Pencatatan sukuk di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 17 November 2016 bertepatan dengan ulang tahun BRI Syariah ke-delapan.
Dalam penawaran sukuk tersebut, BRI Syariah dibantu PT. Danareksa Sekuritas, PT. Bahana Securities dan PT. Indopremier Securities selaku penjamin pelaksana emisi efek. (ags)