Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 14 poin (0,11 persen) ke Rp13.018 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.008-Rp13.045.
Analis BNI Securities Maxi Liesyaputra mengatakan sentimen negatif juga berasal dari bursa Dow Jones yang terkoreksi 1,1 persen ditutup di level 18.128,7 akibat kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga the Fed.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, rupiah pada pagi ini dibuka di level Rp 13.060 per dolar AS. Dari bursa komoditas, harga nikel dan timah mencatat penurunan yang cukup signifikan di London Metal Exchange.
RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar 6,38 triliun dengan volume 8,14 miliar lembar saham. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp497,1 miliar.
Sebanyak 123 saham naik, 159 saham turun, dan 94 saham tidak bergerak. Sementara delapan dari 10 sektor melemah. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor agrikultur yang melemah sebesar 0,9 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,37 persen, indeks DAX di Jerman turun 0,07 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,05 persen. (gir/ags)