Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari Asean Banking Integration Framework (ABIF) untuk memangkas ketimpangan dan akses pasar perbankan antar negara di kawasan Asean.
Ia menilai Thailand bisa menjadi batu loncatan perbankan Indonesia untuk dengan mudah masuk ke negara-negara Asean lainnya, seperti Vietnam, Kamboja dan Singapura. Pasalnya pelaku bisnis di Thailand dinilai dekat dan terkoneksi dengan pelaku bisnis di negara-negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman menambahkan bahwa potensi layanan jasa keuangan di negeri Gajah Putih tersebut masih terbuka sangat lebar.
Ia juga berharap nantinya penjajakan kerja sama dengan Thailand bisa mengikuti keberhasilan antara Indonesia dengan Malaysia.
Dalam perjanjian ini dengan Malaysia, otoritas Malaysia akan memberikan izin atas pembentukan tiga kelompok perbankan Indonesia di Malaysia dan begitu sebaliknya, Indonesia memberikan izin pembentukan tiga kelompok perbankan Malaysia di Indonesia.
Perjanjian ini juga akan mengatur ketentuan pendirian kantor cabang dan layanan anjungan tunai mandiri (ATM), serta akses bank kepada sistem pembayaran elektronik, jenis kegiatan usaha bank permodalan, dan penjaminan dana nasabah.
"Saya sudah berapa kali ketemu Gubernur Bank Thailand untuk mebicarakan kita bilateral dengan Thailand dalam hal ABIF. Ya mirip sama Malaysia intinya kita akan coba. Masih ada beberapa item yang perlu didiskusikan," katanya. (gen)