Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan, elpiji tersebut tiba di Indonesia setelah kapal Pertamina Gas 2 menempuh perjalanan selama 13 hari dari Pelabuhan Asaluyeh di Iran.
“Semoga pengiriman ini menjadi penanda babak baru kerjasama Pertamina-NIOC dan menjadi pintu pembuka bagi kerjasama perdagangan Indonesia-Iran yang lebih signifikan," kata Dwi dikutip dari laman perusahaan, Kamis (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam HoA tersebut, Pertamina sepakat untuk membeli elpiji NIOC sebanyak 600 ribu MT untuk pengiriman 2016 dan 2017.
Selain membuat kontrak jual beli elpiji, dua perusahaan pelat merah itu punya kesepahaman untuk melakukan preliminary study terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan - Asmari). Keduanya diyakini memiliki cadangan lebih dari 5 miliar barel per Agustus 2016 lalu. (gen)