Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, pasar saham global tadi malam terkena dampak sentimen negatif dari data perdagangan China dan rilis laba emiten perbankan yang dibawah ekspektasi. Ia merinci Indeks saham Eurostoxx di Uni Eropa koreksi 1,1 persen di 2.975,04.
Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,25 persen dan 0,31 persen ditutup di 18.098,94 dan 2.132,55. Sementara, harga minyak mentah tadi malam di Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif ditutup menguat 0,74 persen di US$50,55 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koreksi terutama dipicu saham tambang, konsumsi, dan aneka industri. Sedangkan penguatan terbatas menyasar saham telekomunikasi dan saham perbankan seperti Bank Negara Indonesia dipicu respon positif atas rilis laba kuartal III," terang David dalam risetnya, dikutip Jumat (14/10).
Sementara, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.336 dan resisten 5.488. Menurutnya, IHSG masih memiliki peluang untuk menguat ditengah minimnya sentimen pasar masih fluktuatifnya harga minyak.
"IHSG masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi, potensi pergerakan masih menunjukkan penguatan ditengah minim sentimen," ungkap William dalam risetnya. (gen)