Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah 36 poin (0,28 persen) ke Rp13.069 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.037-Rp13.086.
Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan bursa Asia menutup awal pekan dengan variatif. Ia merinci, penguatan dipimpin oleh indeks saham Jepang dan pelemahan oleh indeks saham di China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, IHSG berhasil ditutup menguat dengan volume yang cenderung moderat. Indeks sektor pertanian dan pertambangan berhasil mengimbangi dengan memimpin penguatan.
Lanjar menambahkan, data neraca perdagangan dan aktifitas ekspor dan impor Indonesia pun terlihat cukup membaik, di mana aktifitas ekspor turun, tapi berkurang dari periode sebelumnya sehingga terjadi surplus US$1,2 miliar.
RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar 6,56 triliun dengan volume 8,83 miliar lembar saham. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp121,3 miliar.
Sebanyak 161 saham naik, 134 saham turun, dan 92 saham tidak bergerak. Sementara enam dari 10 sektor menguat. Penguatan terbesar dialami oleh agrikultur yang menguat sebesar 1,89 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,8 persen, indeks DAX di Jerman turun 0,65 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,55 persen. (gir)