Saat meresmikan sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, kemarin Jokowi mengatakan, selama ini telah terjadi ketidakadilan harga BBM.
“Di Jawa hanya Rp7.000 per liter, di sini ada yang sampai Rp100.000 per liter. Di Wamena Rp60.000 hingga Rp70.000 per liter. Tidak bisa seperti itu. Kalau di barat dan tengah (Rp7.000), di sini harusnya sama harganya,” kata Jokowi dalam keterangan tertulis Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Jokowi akan membahas mengenai satu harga BBM saat mengunjungi sekaligus meresmikan Bandar Udara Nop Goliat Dekai di Kabupaten Yahukimo. Di bandara baru itu, Ia juga akan melihat langsung pesawat pengangkut BBM Air Tractor AT-802.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta kepada Pertamina untuk mencari solusi. Jokowi mengatakan, keseragaman harag BBM, bukanlah masalah untung rugi. Tapi dengan adanya kesamaan harga, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, ia menegaskan harga BBM di Papua harus sama dengan di wilayah lain.
Dalam kunjungan ini Jokowi juga menegaskan, bahwa pembangunan tidak hanya fokus di wilayah Papua, tapi juga di seluruh wilayah lain secara merata. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak dan untuk menggerakkan roda perekonomian wilayah setempat.
“Kami ingin memberikan perhatian wilayah Timur, Tengah, dan Barat, pada posisi kira-kira sama baik di infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan nanti di sisi pertumbuhan industri. Saya kira arahnya ke sana,” kata Jokowi. (sur/asa)