Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, bursa global tadi malam berhasil bangkit (rebound) setelah hari sebelumnya mengalami koreksi. Ia merinci indeks saham Eurostoxx di kawasan Uni Eropa naik 1,3 persen di 3.046,99. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing bangkit 0,42 persen dan 0,62 persen di 18.161,94 dan 2.139,60.
"Penguatan di Wall Street terutama ditopang kenaikan saham-saham sektor produk kesehatan dan sektor material," terang David dalam risetnya, dikutip Rabu (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini membuat spekulasi kenaikan tingkat bunga di akhir tahun ini untuk sementara rendah," kata dia.
"Sentimen positif pasar saham Asia kemarin terutama mengantisipasi rilis pertumbuhan ekonomi China kuartal tiga tahun ini yang diperkirakan mencapai 6,7% secara tahunan sama dengan kuartal sebelumnya," ungkap David.
Hari ini, David memperkirakan IHSG akan bergerak positif pada rentang 5.400-5.470. Selain karena naiknya harga sejumlah komoditas, sentimen positif lainnya karena rendahnya risiko pasar saham global.
Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.350 dan resisten 5.488. Menurutnya, peluang IHSG untuk bertahan di zona positif begitu kuat seiring dengan mengalirnya arus dana asing (capital inflow). Namun, pola gerak IHSG hari ini masih tak lepas dari sentimen laporan keuangan kuartal III yang masih akan mempengaruhi pelaku pasar.
"Potensi naik mulai membesar dibarengi oleh penurunan terhadap tekanan yang terjadi dan mengalirnya arus dana asing, rilis kinerja emiten kuartal III masih akan terus mewarnai pola gerak IHSG," jelas William dalam risetnya. (ags)