Menurut Darmin, pemerintah sudah mulai menyiapkan perencanaan jangka menengah dan panjang saat umur Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) genap berusia dua tahun.
"Kalau dari internal, tentu saja banyak. Kami masih tetap memperbaiki infrastruktur, memperbaiki kualitas tenaga kerja, pangan juga kita masih jangka pendek. Kita harus membangun jangka menengah," ungkap Darmin, Rabu (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) masih belum mampu digenjot pemerintah, adalah meningkatkan kinerja ekspor. Lesunya penjualan produk Indonesia ke luar negeri, menurut Darmin tidak bisa dihindari seiring dengan masih melambatnya ekonomi global.
Namun begitu, Darmin menyebut pemerintah boleh berbangga mampu menjaga arus masuk investasi dan pertumbuhan ekonomi di era kepemimpinan Presiden Jokowi.
Terkait investasi, Darmin menilai, kecenderungannya terus mengalami kenaikan. Terlebih setelah sejumlah paket kebijakan ekonomi dirilis pemerintah sehingga investor semakin yakin menanamkan modalnya di Indonesia.
"Nanti temanya akan lebih tematik, misalnya logistik, industri manufaktur sehingga kita bisa lebih terarah. Hasil paket kebijakan yang sudah berusia satu tahun ini akan kita lihat terus evaluasinya," ucap Darmin.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan membocorkan, rencananya Presiden Jokowi akan segera menerbitkan paket kebijakan ekonomi ke-XIV, besok, Kamis (20/10) bila tidak berhalangan.
Adapun tema yang akan diluncurkan, disebut Darmin akan mengatur sejumlah kebijakan di sektor perdagangan elektronik atau e-commerce. (gen)