Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia, Barnaby Joyce mengatakan sebanyak 300 sapi telah dikirim ke lokasi mitra pertama di Kalimantan Selatan. Ia menyatakan program ini akan membantu pengembangan industri peternakan sapi Indonesia, meningkatkan peluang investasi dan mendongkrak perdagangan kedua bangsa.
“Kita bekerja sama untuk mengembangkan industri daging merah dan peternakan sapi Australia-Indonesia yang lebih bersaing, efisien dan berkelanjutan sebagai bagian dari rantai pasokan komersial yang bersaing secara global,” tutur Menteri Joyce.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hal ini akan menghasilkan peluang investasi yang kuat dan membuka pasar baru untuk sapi indukan Australia,” jelasnya.
Secara komersial, lanjutnya, program ini difokuskan pada kelompok-kelompok koperasi peternak kecil untuk melakukan penilaian secara ekonomis model-model pembiakan ternak skala lebih besar yang laik dan berkelanjutan.
“Kemitraan ini akan membantu pengembangan industri pertanian berkelanjutan yang tengah berlangsung di Indonesia dan makin memperkukuh hubungan perdagangan dan investasi kita yang sudah kuat ini dengan Australia,” tutur Lembong.
Kerja sama dalam sektor daging merah dan peternakan sapi merupakan salah satu hasil awal perundingan perdagangan bilateral untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia, IA-CEPA. (gir/gen)