"Tahun depan SBN gross itu Rp596,8 triliun. Nettonya Rp399,9 triliun," tutur Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPP) Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan di kantor pusat Kementerian Keuangan, Kamis (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komposisi penerbitan SBN valas tahun 2017 komposisinya mirip dengan tahun ini yaitu antara 20-25 persen dari penerbitan SBN bruto sehingga dengan ini exposure kita dari utang valas saat ini yang di atas 40 persen sedikit bisa berkurang," ujarnya.
Dalam wawancara terpisah, Robert mengungkapkan, paling cepat pemerintah menerbitkan global bond pada Januari 2017 atau setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengumumkan kenaikan suku bunga acuannya. Kalangan analis dan pelaku pasar meramalkan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember tahun ini.
"Kalau The Fed sudah menaikkan tingkat bunga, maka sudah memberikan kepastian pada pasar dan bisa membuat likuditas membanjir di pasar dan hasilnya imbal hasil obligasi AS turun," kata Robert. (ags)