Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memberi harapan bahwa peluang lini asuransi kendaraan bermotor mulai pulih seiring dengan meningkatnya target penjualan otomotif tahun depan.
Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gaikindo mengungkapkan, sekitar 763.000 unit roda empat dari total target penjualan sebanyak 1,080 juta unit di tahun depan, bakal dilego dengan skema cicil, baik melalui bank maupun perusahaan pembiayaan (multifinance).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dikatakan Kukuh, mengingat asuransi kendaraan bermotor menjadi salahsatu penyumbang premi tertinggi industri asuransi umum. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), asuransi kendaraan bermotor berkontribusi Rp7,42 triliun terhadap total premi industri pada semester II 2016.
Selain pemulihan bisnis asuransi kendaraan bermotor, sambung Yasril, pelaku usaha perasuransian juga berharap banyak dari bisnis asuransi kesehatan. Awalnya, asuransi kesehatan menyumbang premi terbesar ketiga dari total premi industri asuransi umum. Namun, belakangan, kontribusinya terus menyusut ke peringkat keempat.
Menurut Yasril, salah satu kendala yang ditemui dalam menumbuhkan asuransi kesehatan adalah implementasi koordinasi manfaat (CoB) yang tak kunjung dijalankan bersama BPJS Kesehatan. Kesepakatan antara asuransi kesehatan milik asuransi swasta dengan program pemerintah tersebut jalan di tempat. (bir)