Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood menyatakan, dalam sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2016, perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 4,8 persen menjadi Rp49,87 triliun dari Rp47,56 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
“Kelompok Usaha Strategis Produk Konsumen Bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan Distribusi masing-masing memberikan kontribusi sekitar 52 persen, 23 persen, 17 persen, dan 8 persen terhadap total penjualan neto konsolidasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Terutama disebabkan oleh laba selisih kurs pada tahun ini dibandingkan dengan rugi selisih kurs pada tahun sebelumnya. Marjin laba bersih naik menjadi 6,5 persen dari 3,5 persen,” katanya.
“Kami gembira dengan pencapaian kami pada periode sembilan bulan tahun 2016. Kinerja kami secara umum terus meningkat sebagaimana tercermin pada core profit kami; Grup CBP dan Bogasari terus mencatatkan kinerja yang positif, sedangkan turunnya produksi CPO sebagai dampak dari El Nino telah menekan kinerja Grup Agribisnis,” jelasnya.
Secara rinci, entitas perusahaan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membukukan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 9,9 persen menjadi Rp26,47 triliun dari Rp24,10 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba usaha tumbuh 24,2 persen menjadi Rp3,97 triliun dari Rp3,20 triliun, dan marjin laba usaha naik menjadi 15,0 persen dari 13,3 persen yang disebabkan oleh naiknya penjualan. Hal itu membuat laba bersih tumbuh 15,9 persen menjadi Rp2,83 triliun dari Rp2,44 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Adapun marjin laba bersih naik sedikit menjadi 10,7 persen dari 10,1 persen.
Dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, laba inti tumbuh 19,1 persen menjadi Rp2,92 triliun dari Rp2,45 triliun.