Perusahaan mencatat adanya penurunan laba bersih menjadi US$1,73 juta. Perolehan tersebut turun hingga 81,85 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya US$9,53 juta.
Direktur Utama Toba Bara Pandu Sjahrir menjelaskan, penurunan laba bersih tersebut disebabkan batu bara oleh turunnya volume penjualan pada kuartal III menjadi US$192,09 juta atau 28,47 persen dari sebelumnya US$268,55 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih on the track, volume produksi batu bara sebesar 4,2 juta ton tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya. Sampe akhir tahun bisa tercapai target 5-6 juta ton," ujar Pandu.
"Dalam mensiasati kondisi harga batu bara global yang fluktuatif, kami terus tingkatkan profitabilitas melalui pengelolaan biaya dan menjaga tingkat produksi batu bara yang sustainable," terangnya.
"Ini disebabkan oleh upaya pengelolaan biaya secara terus menerus serta eksekusi mine plan yang lebih baik," ungkap Pandu.
Dari sisi aset, perusahaan membukukan nilai US$261,8 juta hingga saat ini, atau turun 7,3 persen dari posisi akhir 2015 sebesar US$282,4 juta. Sementara, total liabilitas atau kewajiban juga turun 13,1 persen menjadi US$110,6 juta dari sebelumnya US$127,3 juta. (gir/gen)