Direktur Digital & Strategic Portfolio PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Indra Utoyo mengatakan, proses pembentukan perusahaan prinsipal pengelola ATM Himbara bisa selesai pekan ini. Telkom dipercaya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi penyedia jaringan dalam megaproyek tersebut.
"Sekarang sedang dibuat perusahaannya, mudah-mudahan bisa selesai pekan ini. Targetnya tahun ini izin bisa keluar dari Bank Indonesia (BI), setelah itu diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM. Dalam dua minggu ini jadi lah," kata Indra, Rabu (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Rencananya akan diluncurkan Februari 2017. Saat ini sedang dilakukan pembahasan teknis, seperti mengenai lokasi dan perubahan aplikasi fitur di dalam mesin ATM,” ujarnya.
Sambil menunggu waktu tersebut tiba, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) menyebut empat bank anggota Himbara masih mendiskusikan tarif transaksi yang akan dikutip dari nasabah pengguna ATM Himbara tersebut.
"Tarifnya tarik tunai free. Untuk tarif switching masih kita hitung-hitung lah. Kalau yang umum, kami mempertimbangkan dari segi biaya sistemnya," jelas pria yang kerap disapa Tiko. (gen)