Basuki menuturkan, Kementerian PUPR akan terus melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan infrastruktur, seperti mendorong penyelesaian segera masalah pembebasan lahansehingga pekerjaan konstruksi dapat segera dikerjakan.
Upaya lain untuk percepatan adalah memerintahkan kontraktor dan konsultan melakukan penagihan pembayaran sesuai waktu yang telah ditetapkan. Sampai menginstruksikan kepada pelaksana pekerjaan untuk menambah peralatan dan tenaga kerja agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan tiga shift per hari dan tujuh hari per minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian PUPR menyebut instansinya juga tengah memulai proses lelang dini sebanyak 951 paket pekerjaan tahun 2017.
Memasuki awal November 2016, realisasi penyerapan anggaran Kementerian PUPR mencapai 58,90 persen dengan realisasi fisik mencapai 66,54 persen.
“Alokasi APBNP 2016 Kementerian PUPR pada tahun ini sebesar Rp98,48 triliun dimana Rp58 triliun sudah terserap. Progres tersebut jika dibandingan dengan waktu yang sama pada tahun 2015 masih diatasnya dimana tahun lalu progres realisasi keuangan sebesar 52,35 persen,” kata Basuki. (gen)