Direktur Keuangan United Tractor Iwan Hadiantoro menyatakan, tinggal financial closing yang memisahkan anak usaha grup Astra dari tahap konstruksi pembangkit 2 x 1.000 Megawatt (MW) tersebut. Pasalnya, tanpa finalisasi pembiayaan maka konstruksi belum bisa dilakukan.
"Konstruksi baru mau jalan awal tahun depan. Karena itu financial closing kami harapkan awal tahun depan paling lambat bisa dilakukan," ucap Iwan di Bogor, Jumat (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu lebih teknis penyelesaian agreement saja," imbuh dia.
United Tractor menggandeng Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co. Inc dalam menggarap proyek tersebut, dengan kepemilikan saham United Tractor sebesar 25 persen. Sementara, 50 persen digenggam oleh Sumitomo dan Kansai 25 persen.
Proyek PLTU lainnya, yakni berlokasi di Kalimantan Tengah dengan kapasitas 2 x 15 MW sudah dimulai dengan target penyelesaian tahun depan. Hingga saat ini, kemajuan pembangunan proyek tersebut telah mencapai 70 persen.
Sepanjang tahun ini, laba bersih emiten alat berat tersebut paling banyak masih dikontribusi oleh bisnis batu bara, yaitu 85 persen. Sementara, untuk infrastruktur dan agribisnis hanya menyumbang 15 persen. Namun, perusahaan memiliki rencana untuk menambah kontribusi sektor lain di luar batubara menjadi 40 persen dan sektor batubara menjadi hanya 60 persen.
"Ke depan mau tumbuh juga pada sektor infrastruktur," pungkasnya.