Syamsir Abduh, Anggota Dewan Energi Nasional, mengatakan penggunaan produk dalam negeri merupakan salah satu dari tiga faktor yang harus menjadi pertimbangan dalam pembangunan proyek kilang.
“Pembangunan kilang harus mempertimbangkan tiga hal, yakni penggunaan teknologi terbaru, bersahabat dengan lingkungan, dan menggunakan produk dalam negeri (local content),” kata Syamsir, Jumat (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dalam Rencana Umum Energi Nasional dinyatakan pengurangan impor BBM secara bertahap dan meningkatan kapasitas terpasang kilang minyak menjadi lebih dari dua kali lipat dari sekitar 1,167 ribu barel per hari (bph) pada 2015 menjadi 2,461 bph pada 2025. Selain itu ada RDMP (Refinery Development Masterplan Program) dengan peningkatan kapasitas empat kilang Pertamina dengan kapasitas 438 ribu bph,” ujar Syamsir.
“Setelah pengadaan selesai, bisa dilakukan engineering procurement construction. Dengan begitu, tahap awal proyek Kilang Balikpapan bisa tuntas pada Juni 2019,” kata Wianda.
Menurut Wianda, beberapa barang yang telah dibuka tendernya adalah untuk Naphta Hydrotreating (NHT) berupa direct fire heater, reactor, dan centrifugal compressor. Sementara untuk unit Catalytic Reformer (CCR), barang yang ditender antara lain direct fire heater, reactor, combined feed exchanger, dan centrifugal compresor.
“Sedangkan untuk unit Kerosene Hydrotreating (KHT), pengadaannya antara lain direct fire heater, reactor, dan centrifugal compressor,” ujarnya.
“Sebagian besar pipa-pipa sudah dari dalam negeri,” tegas dia.
Proyek revitaliasi Kilang Balikpapan merupakan salah satu dari empat kilang yang masuk dalam RDMP yang tengah dijalankan Pertamina. Tiga kilang lainnya adalah Kilang Dumai, Cilacap, dan Balongan. Sementara itu, Kilang Plaju Sungai Gerong akan menjadi proyek selanjutnya.
Kilang Balikpapan merupakan proyek revitalisasi pertama yang dijalankan. Pertamina membagi dalam dua tahap pembangunan. Untuk tahap pertama, investasi yang dibutuhkan mencapai US$2,4 miliar – US$2,6 miliar. Sementara untuk tahap kedua, investasi sekitar US$2 miliar - US$2,2 miliar.
Perusahaan pelat merah di sektor minyak dan gas bumi (migas) tersebut sebelumnya menargetkan revitalisasi Kilang Balikpapan tahap pertama bisa terealisasi akhir 2019. Namun, manajemen melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat penyelesaiannya menjadi Juni 2019.
Seiring tuntasnya proyek tahap pertama, kapasitas kilang pengolahan minyak mentah Pertamina akan mulai bertambah sebesar 100 ribu bph pada akhir 2019. Kilang Balikpapan yang saat ini memiliki kapasitas produksi 260 ribu bph. (gen)