Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, keluarnya dana asing yang hampir Rp1 triliun tersebut disebabkan karena investor memilih keluar sementara untuk menunggu (wait and see) terkait pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat pada 8 November mendatang.
"Ini murni karena pilpres, mereka keluar dulu. Memang biasanya seperti itu untuk menunggu kepastiannya seperti apa," ungkap David, Junmat (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
David meyakini, demo yang terjadi hari ini tak berdampak signifikan terhadap laju IHSG. Buktinya, IHSG berhasil ditutup positif sore ini. Ia sendiri sudah menduga ini sebelumnya karena demo tersebut sudah diantisipasi oleh kepolisian sehingga berjalan tertib dan damai.
“Kami melihat unjuk rasa hari ini menjadi acuan keamanan negara di mata investor asing, setelah banyak berita yang menyebutkan kemungkinan unjuk rasa yang ditunggangi oleh pihak-pihak radikal,” tulis tim riset.
Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp13.068 per dolar AS, atau naik 7 poin (0,05 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.058-Rp13.115.
RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp6,05 triliun dengan volume 7,77 miliar lembar saham.
Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 1,34 persen, indeks Kospi di Korsel turun sebesar 0,09 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong turun sebesar 0,18 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 1,21 persen, indeks DAX di Jerman turun 0,78 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,69 persen. (gir/gen)