Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, merosotnya pertumbuhan ekonomi kuartal III karena dipengaruhi oleh pertumbuhan global dan di dalam negeri.
"Kondisi perekonomian global pada kuartal III 2016 masih belum stabil dengan tingkat pertumbuhan yang tidak merata," ujar Suhariyanto di kantornya, Senin (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yakni China stagnan pada pertumbuhan 6,7 persen, Singapura melambat dari 2 persen menjadi 0,6 persen, Korea Selatan melambat 3,3 persen menjadi 2,7 persen, dan Amerika Serikat menguat 1,3 persen menjadi 1,5 persen.
BPS juga mencatat, realisasi belanja pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) turut mempengaruhi pelemahan di kuartal III 2016.
"Realisasi belanja pemerintah mencapai Rp439,73 triliun (pagu dalam tahun 2016 sebesar Rp2.082,90 triliun) turun dibandingkan peride yang sama tahun lalu mencapai Rp484,78 triliun (pagu dalam tahun 2015 sebesar Rp1.984,10 triliun)," jelas Suhariyanto.
Namun begitu, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 mengalami penguatan bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai 4,73 persen.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun sampai kuartal III 2016 sebesar 5,04 persen. Sedangkan secara kuartalan, laju pertumbuhan sebesar 3,2 persen.
BPS merinci, nominal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2016 berdasarkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp2.428,7 triliun. Kemudian, nominal PDB berdasarkan Angka Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp3.216,8 triliun.
Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal per kuartal mendapat kontribusi sebesar 11,90 persen sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, diikuti 6,36 persen dari sektor jasa pendidikan, dan sumbangan 3,84 persen dari perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil, sepeda motor.
Lebih lanjut, pada pertumbuhan ekonomi per kuartal tercatat, menurut lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,34 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, perikanan sebesar 4,69 persen, dan sektor konstruksi 4,36 persen. (gir/gen)