"Salah satu yang didorong, tidak hanya ikan yang 'diekspor', tetapi juga industri tradisional yang menciptakan permintaan terhadap sektor perikanan di dalam negeri," kata Airlangga Hartarto dalam Rakernas Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Senin (7/11).
Karenanya, lanjut Airlangga, pihaknya berkomitmen mendorong tingkat konsumsi ikan secara nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan pembangunan lain adalah saat ini terdapat lebih dari 800 juta orang mengalami gizi buruk atau malnutrisi yang memerlukan sumber protein yang murah namun bergizi tinggi. Ini bisa kita temukan pada ikan," tutur Slamet Soebjakto.
Sebagaimana diberitakan, sejumlah daerah di Tanah Air telah mempromosikan agar masyarakatnya dapat meningkatkan konsumsi pangan ikan di daerah tersebut.
Misalnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, membentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) untuk menjalin koordinasi, keterpaduan langkah termasuk tindakan seluruh instansi bidang perikanan di tingkat pusat dan daerah.
Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama di Lubuk Sikaping sempat menerangkan, terdapat lima bidang dalam struktur kepengurusan Forikan ini, yakni Penguatan Organisasi dan Pembinaan Kecamatan, Peningkatan Produksi Usaha, Pembinaan Mutu dan Defersifikasi Produk, Promosi dan Pemasaran, serta Data dan Publikasi.
"Forikan ini sekaligus berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator dalam rangka mewujudkan program Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan). Forikan ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera," ungkapnya.
Tak Ketinggalan, Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, berupaya lebih menggalakkan lagi program gemar makan ikan, meskipun warga kota ini tingkat konsumsi ikannya tergolong cukup tinggi sekitar 36 kilogram per kapita per tahun.
Tingkat konsumsi ikan warga kota ini perlu didorong lebih tinggi lagi mengingat ikan memiliki kandungan yang baik untuk mencukupi asupan gizi anak dan anggota keluarga lainnya, sehingga program yang dapat mendorong masyarakat lebih menyukai makan ikan penting untuk digenjot.
Berdasarkan data FAO 2016, Indonesia mampu menjadi negara kedua terbesar untuk produksi perikanan dunia setelah Republik Rakyat China. Pada tahun 2014, China memiliki produksi perikanan budi daya sebanyak 58,8 juta ton, sedangkan Indonesia mencapai 14,3 juta ton. Diikuti oleh India yang produksinya mencapai 4,9 juta ton.