Direktur Utama Perseroan, Haryanto Tjiptodihardjo menyatakan, obligasi ini diterbitkan dalam dua seri. Pertama, obligasi seri A dengan tingkat bunga sebesar 9,5 persen–10 persen per tahun dengan jangka waktu tiga tahun. Kedua, obligasi seri B dengan tingkat bunga sebesar 9,75 persen–10,25 persen dengan jangka waktu lima tahun.
Obligasi ini, sambung Haryanto, mendapatkan peringkat idA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Adapun, perseroan telah menunjuk PT BCA Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam penawaran umum obligasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya untuk membayar utang, hasil obligasi juga akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan tahun depan. Perseroan akan menggunakan Rp117 miliar dana obligasi untuk belanja modal, di mana Rp45,6 miliar membeli mesin, Rp36 miliar membeli bangunan, Rp30 miliar membeli tanah, dan sisanya untuk membeli peralatan kantor.
Dari sisi kinerja keuangan, produsen dan distributor bahan bangunan serta barang plastik ini mencetak penurunan pendapatan sebesar 1,2 persen menjadi Rp848,5 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp858,1 miliar. Meski pendapatan turun tipis, laba bersih perusahaan tumbuh 35,5 persen dari Rp61,08 miliar menjadi Rp82,8 miliar.