Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida menyatakan, papan pengembangan untuk UMKM tidak akan dibuat selama tak ada pelaku usaha yang mengajukan diri untuk melantai di bursa. Sebagai pengingat, pada awal tahun OJK dan BEI memiliki rencana untuk membentuk program inkubator guna mendorong perusahaan UMKM di Indonesia melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).
Melalui program inkubator tersebut, perusahaan ini akan diberikan edukasi selama tiga hingga lima tahun mengenai cara pembentukan PT, mengelola aset, dan bertemu dengan investor. Sayangnya, program ini belum juga berjalan. Selain itu, program edukasi yang membutuhkan waktu yang lama tersebut menjadi pertimbangan OJK untuk tak terburu-buru dalam merilis regulasi terkait papan pengembangan khusus bagi UMKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih lagi dari survei yang dilakukannya ke Singapura, ia menemukan fakta bahwa paling cepat bagi perusahaan UMKM untuk menyerap edukasi yang diberikan terkait melantai di bursa paling cepat tiga tahun. Sementara, program tersebut belum berlangsung hingga kini.
“Kan dikerjasamakan dibuka kesempatan, yang penting tapi inkubatornya sudah siap apa belum. Nah ini secara final belum meski konsep sudah ada, pihak-pihak yang bersedia jadi pembina ada tapi secara formal itu belum ditunjuk,” terang Nurhaida.
Dengan demikian, Nurhaida menyatakan program inkubator ini dapat berjalan paling cepat tahun depan mengingat hanya tinggal 1,5 bulan lagi menuju akhir tahun. Nurhaida menyatakan, ada prioritas lain yang tengah menjadi pembahasan OJK dibandingkan dengan program inkubator ini.
“Tahun ini nggak mungkin, mungkin tahun depan karena kami juga ada prioritas-prioritas lainnya ya,” pungkas dia. (gen)