Harga minyak mentah future West Texas Intermediate (WTI) CLc1 melemah menjadi US$43,07 per barel, atau turun 4 persen dibanding penutupan Selasa (7/11). Angka ini menjadi harga terendah sejak September lalu. Sementara itu, harga future Brent LCOc1 turun 1,7 persen di posisi US$45,26 per barel.
Aktivitas perdagangan minyak mentah di Eropa dan Asia semakin meningkat, seiring kekalahan calon Presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton yang tidak terduga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan oleh analis Mirae Asset Daewoo, Son Jae-Hyun yang mengatakan bahwa investor akan lebih senang memiliki aset yang minim risiko.
"Kemenangan Trump diangap sebagai sesuatu yang mengejutkan, membuat investor mencari aset yang aman dan menekan harga minyak lebih dalam," jelasnya.
Namun, sentimen harga minyak juga disebabkan oleh laporan persediaan minyak mentah AS yang meningkat 4,4 juta barel pada pekan lalu sesuai laporan American Petroleum Institute. (gen)