Manajemen perusahaan pelat merah di sektor minyak dan gas bumi (migas) tersebut menanti panggilan pemerintah untuk menanyakan kesiapan mengelola blok tersebut.
“Kami memang berminat dan sudah menyodorkan evaluasi teknikal belum sampai ke angka investasi. Kami harap pemerintah akan memanggil dan menanyakan rencana Pertamina di Sanga-Sanga seperti apa, seperti proses di Blok Mahakam,” ungkap Syamsu, Kamis (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Sanga-Sanga, Pertamina juga berencana untuk mengambilalih Blok East Kalimantan yang akan berakhir kontraknya pada Agustus 2018. Saat ini Blok East Kalimantan dikelola PT Chevron Indonesia Company.
Selain Pertamina, Vico Indonesia dan Saka Energi juga berminat mengelola blok Sanga-Sanga setelah kontraknya berakhir pada 2017 mendatang.
Vico Indonesia merupakan operator Blok Sanga-Sanga yang dimiliki oleh BP East Kalimantan sebesar 26,25 persen, Lasmo Sanga-Sanga 26,25 persen, Virginia Indonesia Co LLC 7,5 persen, OPICOIL Houston Inc sebesar 20 persen, Universe Gas & Oil Company 4,37 persen, dan Virginia International Co LLC 15,63 persen.
Sampai semester I 2016, SKK Migas mencatat Blok Sanga-Sanga menyumbang lifting minyak sebanyak 18 ribu barel per hari dan gas sebanyak 31 ribu barel oil ekuivalent per hari (boepd).
“Pertamina menjadi satu-satunya KKKS yang dapat mengajukan permohonan pengelolaan terhadap semua WK yang habis masa kontraknya,” ujar Komaidi.
Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR, mengatakan Pertamina sudah cukup berpengalaman di sektor hulu migas dan sisi finansial juga kuat untuk mendukung operasional Blok Sanga-Sanga.
“Jadi seharusnya peluang Pertamina lebih besar. Apalagi kita juga berharap BUMN berperan lebih besar,” kata dia. (gen)