Hasil keputusan referendum rakyat Inggris untuk keluar dari zona Eropa tersebut dinilai lebih mengagetkan pasar dibanding terpilihnya Donald Trump menjadi presiden.
“Kami sudah mengamati bahwa ketika hasil pemilu itu keluar dan kemudian disampaikan statement dari presiden terpilih, itu dampak kepada dunianya tidak sebesar ketika Brexit diumumkan. Di mana Inggris memilih keluar dari zona Eropa itu dampaknya sangat luas," ujar Agus, Kamis (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitupun dengan kondisi pasar saham di Asia dan Eropa yang juga ditutup di zona nyaman. Dengan demikian, ia menganggap efek kejut yang dirasakan investor hanyalah sementara.
"Dimunginkan kondisi AS ke depan akan lebih protektif, itu terlihat dari ada rencana untuk renegosiasi perdagangan NAFTA kemudian mungkin TPP tidak akan diteruskan, dan ini sifatnya lebih protektif," ujarnya.
Ia mengatakan bank sentral tetap akan memantau perkembangan geopolitik AS terlebih nantinya kebijakan Trump bisa membawa pengaruh terhadap kondisi ekonomi negeri Paman Sam.