IHSG ditutup turun sebesar 218,33 poin (4 persen) ke level 5.231 setelah bergerak di antara 5.231-5.380.
Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp13.383 per dolar AS, atau turun 245 poin (1,86 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.233-Rp13.873.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 52 saham naik, 269 saham turun, dan 77 saham tidak bergerak. Sementara delapan dari 10 sektor mengalami pelemahan. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor aneka industri yang menguat sebesar 6,57 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,58 persen, indeks DAX di Jerman naik 0,21 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,02 persen.
Analis OCBC Securities Budi Wibowo menyatakan, penurunan ini memang sesuai dengan prediksinya jika Donald Trump menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Menurutnya, IHSG masih terus bergerak volatile hingga minggu depan.
"Iya ini akan masih terus naik turun naik turun. Ini sesuai dengan prediksi jika Trump menang, pasar bergejolak," ungkap dia, Jumat (11/11).
Menurutnya, IHSG berpotensi menguat pekan depan karena investor akan kembali imbas harga saham yang murah. Sehingga, banyak investor yang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli. (gen)