Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tambupolon mengatakan, kondisi ini disebabkan pembukaan cabang baru bukanlah prioritas perbankan. Sehingga, mereka tidak fokus untuk menurunkan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan menurunkan rasio NIM.
"Ya, kelihatannya buka cabang itu bukan prioritas mereka. Jadi, memperluas usaha dengan membuka kantor baru kelihatannya belum menjadi pilihan mereka, karena masih ada kelesuan di sektor riilnya," ujarnya, Senin (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mungkin juga masih punya kapasitas longgar untuk membuka cabang, karena itu kan bergantung kekuatan modalnya juga," imbuh Nelson.
Adapun, batasan rasio NIM yang dapat memperoleh insentif, yakni rasio NIM yang lebih rendah dari 4,5 persen. Batasan tersebut berlaku bagi semua BUKU. Kenyataannya, NIM perbankan justru menunjukkan tren meningkat.
Pada paruh pertama tahun ini, NIM perbankan naik sebesar 27 basis poin secara tahunan (year to date) menjadi 5,59 persen. Namun, sebenarnya, NIM perbankan terbilang turun jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, yakni 5,32 persen. (bir)