"Memang lebih besar kemungkinan (suku bunga The Fed) naik," ucap Darmin di kantornya, Senin (14/11).
Namun begitu, Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini meyakini, dampak pelemahan rupiah terhadap dollar AS tak akan berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo juga meyakini jelang akhir tahun ini, suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed Rate) akan naik sekalipun Pemilihan Presiden AS ke-45 memberikan hasil yang mengejutkan dengan kemenangan Donald Trump dari Partai Republik.
Tak hanya meramal kenaikan Fed Rate akhir tahun ini, Agus juga meyakini, The Fed akan menaikkan Fed Rate hingga dua kali pada tahun depan dan tiga kali pada 2018.
Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti meramalkan, The Fed akan menaikkan Fed Rate pada rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 13-14 Desember 2016 mendatang.
Adapun pemicu kenaikan Fed Rate, menurut Destry karena sentimen positif dari perbaikan perekonomian AS pada kuartal III lalu. (ags)