Keinginan untuk mengekspresikan suatu pandangan politik, silakan dilakukan dengan cara-cara politik.Sri Mulyani Indrawati |
Pernyataannya Menkeu itu merujuk pada hasutan penarikan simpanan dari perbankan secara serempak (rush money) yang dihembuskan pihak-pihak tak bertanggung jawab melalui media sosial, dengan tanda pagar #RushMoney2511.
“Kalau sampai terjadi ekonomi yang tidak stabil, yang terkena [dampak negatifnya] justru kelompok menengah dan bawah,” kata Sri Mulyani, Kamis (17/11) malam.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai, #RushMoney2511 merupakan sikap politik negatif yang sengaja disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi kalau ekspresinya dilakukan dengan melakukan sabotase atau bahkan melukai diri sendiri, itu sebetulnya akan counter-productive karena yang terkena masyarakat tadi,” tambahnya.
“Kalau masyarakat peduli terhadap perekonomian Indonesia dan negara kita maka dia akan menjaga dan tidak mudah dihasut untuk merusak negaranya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad meyakini ajakan penarikan simpanan masyarakat secara serempak dari perbankan bersamaan dengan aksi demonstrasi tolak Ahok yang akan digelar pada 25 November 2016 tidak akan terealisasi.
Dia menilai berkembangnya hasutan tersebut tidak bertanggung jawab dan tanpa dasar yang jelas. Pasalnya, kondisi ekonomi dan industri keuangan nasional masih sehat sehingga menjadi keliru mengalihkan simpanan dari sistem perbankan yang justru lebih aman.
“Mau ditaruh mana itu uangnya, mau ditaruh di bawah bantal? Atau ditaruh di tempat lain yang kemudian return-nya lebih rendah dan sebagainya?,” ujarnya. (ags)