Tidak hanya itu, APEC juga mendesak suksesor Barack Obama untuk mempercepat penandatanganan pakta Kemitraan Trans Pasifik atau Trans Pasific Partnership (TPP) di tengah kekhawatiran kerjasama perdagangan tersebut kandas di tengah jalan.
“Kami tetap pada komitmen membuka pasar dan melawan setiap bentuk proteksionisme,” bunyi pernyataan bersama para pemimpin APEC yang dibacakan usai pertemuan di Peru, dikutip dari Reuters, Senin (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semasa kampanye, Trump kerap melontarkan kritik atas konsep kemitraan TPP tersebut karena dinilai hanya akan merugikan pelaku industri AS.
Jin Ping berkomitmen membuka bentuk kerja sama ekonomi yang lebih luas di tengah kelimbungan negara-negara Asia Pasifik mencari opsi perdagangan bebas baru.
Meski demikian, Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski sebagai tuan rumah pertemuan APEC menyatakan masih terlalu prematur untuk menilai Trump bakal benar-benar berani membatalkan keikutsertaannya dalam TPP.
“Isunya lebih dari proteksionisme, karena TPP ini adalah refleksi dari upaya bersama mengatasi kesulitan ekonomi dunia,” ujar Kuczynski.
Oleh karena itu, seluruh pemimpin APEC sepakat untuk membuka semua peluang kemitraan perdagangan baik itu TPP maupun RCEP.
Sementara Indonesia, yang kehadirannya diwalikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyatakan masih harus mempelajari lebih lanjut untung rugi masuk dalam blok dagang tersebut.