Harga minyak dunia ini bergejolak di tengah sesi perdagangan sebagai dampak dari dilaksanakannya rapat teknis (technical meeting) petinggi organisasi negara-negara eksportir minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC), jelang pertemuan antar anggota di Wina, Austria, akhir November mendatang.
Hal ini dikarenakan, pertemuan tersebut rencananya akan membahas komitmen anggota OPEC di dalam pemangkasan produksi, demi menaikkan harga minyak. OPEC berniat mengurangi produk dari rekor saat ini sebesar 33,8 juta barel per hari menjadi 32,5 juta hingga 33 juta barel per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, harga minyak naik-turun sebesar US$1 per barel selama sesi perdagangan. Harga Brent contohnya, sempat melonjak US$1 per barel setelah perwakilan Nigeria di dalam rapat itu menyebutkan seluruh negara anggota OPEC sepakat untuk melanjutkan komitmen.
Apalagi, Iran, Irak, Libya, dan Nigeria masih tak setuju dengan kewajiban tersebut karena produksi minyak mereka tertahan akibat konflik atau sanksi internasional selama beberapa tahun terakhir.
Di samping itu, OPEC juga mencoba membujuk anggota non-OPEC, Rusia, untuk ikut serta di dalam pemangkasan produksi. (bir)