Direktur Utama Bank Permata Roy Arfandy mengatakan perseroan akan terus melanjutkan strateginya untuk menghadapi tekanan ekonomi makro yang sangat berdampak pada kinerja perusahaan. Salah satunya melalui peningkatan pencadangan.
Dengan kredit bermasalah yang tinggi tersebut, Bank Permata harus rela menyisihkan pencadangan senilai Rp4,52 triliun hingga September kemarin. Angka tersebut melonjak drastis dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp1,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikkan pendapatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan non bunga sebesar 21 persen (yoy) berkat kinerja global markets, bancassurance, dan wealth management.
Dari segi pendanaan, Bank Permata membukukan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 80 persen pada akhir September lalu, yang mencerminkan kondisi likuiditas bank tetap terjaga. Ekuitas perseroan juga meningkat 32 persen akibat adanya setoran modal tambahan Rp5,5 triliun dari aksi rights issue Juni lalu.