"Karena baru kemarin, saya terpaksa harus meminta maaf kepada publik, karena salah satu staf saya ditangkap menerima sogokan," ujarnya seperti dikutip Detik.com, Kamis (24/11).
Menurut mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut, hal tersebut yang terkadang menjadi alasan kebanyakan orang untuk tidak memenuhi kewajiban pajaknya. Satu kasus saja akan diingat cukup lama oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, Sri Mulyani berkomitmen untuk terus membenahi kapasitas, sistem, serta sumber daya manusia di DJP Kemenkeu. Begitu juga dengan unit eselon I lain. Sehingga masyarakat semakin percaya kepada negara atas uang yang sudah disetor.
Selain itu, srikandi di Kementerian Keuangan tersebut juga memastikan, penerimaan pajak tahun ini tidak akan terpengaruh kasus HS. Ia masih optimistis dengan target pajak Rp1.318,9 triliun (pajak penghasilan non migas).
Toh, menurut dia, sebagian besar pegawai pajak masih berkomitmen terus menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Sebagian besar dari aparat kita sangat bangga dalam melakukan tugasnya selama ini," imbuhnya.
DJP Kemenkeu mencatat penerimaan pajak sudah mencapai 68,83 persen dari target per 21 November 2016 atau sebesar Rp932,8 triliun. Pencapaian ini meningkat 10,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp841 triliun. (bir)