Apalagi, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengungkapkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan kemarin menyentuh level Rp13.558. Hal ini juga yang akan memengaruhi perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, faktor eksternal, semakin besar peluang The Fed menaikkan tingkat suku bunganya pada pertengahan Desember mendatang.
Hari ini, Edwin memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.071 dan resisten 5.155. Sementara, rupiah diprediksi bergerak dalam rentang harga Rp13.465 hingga 13.655.
Menurut Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, sebetulnya, IHSG masih berpeluang menguat dengan level support 5.088 dan resisten 5.291. Adapun, faktor yang menopang adalah fundamental perekonomian yang masih terjaga dan penguatan harga komoditas.
Namun demikian, ia tak menampik jika pelemahan rupiah turut memberikan tekanan pada pola gerak IHSG. (bir)