Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq menyatakan, pihaknya akan menggunakan Rp25 triliun dari capex untuk proyek jalan tol yang ada di bawah Waskita Toll Road.
Sementara, untuk sektor energi akan dialokasikan sebesar Rp1,9 triliun, Waskita Realty sebesar Rp1 triliun, Waskita Beton Precast (WSBP) Rp2 triliun, dan Waskita Karya sendiri Rp900 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana capex tersebut, ujar Choliq, bersumber dari berbagai macam pendanaan. Misalnya saja, untuk Waskita Beton, dana capex berasal dari penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Sementara, Waskita Toll Road sendiri akan berasal dari suntikan modal yang tengah diproses oleh Waskita Karya untuk mendapatkan investor yang strategis. Kemudian, sisanya akan menggunakan pinjaman dari perbankan.
Kemudian, untuk Waskita Energi, Waskita Karya Energi, dan Waskita Karya sendiri akan menggunakan kombinasi dari perbankan dan penerbitan obligasi. Choliq menjelaskan, pihaknya akan menerbitkan obligasi sebagai lanjutan dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang tersisa sebesar Rp2,1 triliun.
"Dan kemungkinan kami akan menerbitkan lagi sekitar pertengahan 2017 untuk yang baru besarannya masih dikaji," pungkasnya. (gir)