“Keep innovate dan kreatif. Mereka punya kelebihan karena punya fleksibilitas. Jika pemerintah melihat sesuatu sebagai tantangan, mereka melihat sebagai peluang," tutur Sri Mulyani dalam seminar "Tantangan Pengelolaan APBN Dari Masa Ke Masa" di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Rabu (30/11).
Namun demikian, Sri Mulyani berpesan sektor swasta harus terus menjaga tata kelola yang baik (good governance) dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian, bisnis yang dijalankan memiliki integritas dan kredibilitas yang disegani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita bicara kesempatan kerja, itu yang kita harapkan dari 'private sector'. Oleh karena itu, efisiensi, daya saing, serta produktivitas menjadi penting," ujarnya.
Sebagai pengingat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, pemerintah membutuhkan hampir Rp5 triliun untuk membangun proyek infrastruktur. Sementara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah hanya mampu menopang sekitar 40 persen, sisanya berasal perusahaan pelat merah dan swasta. (gen)