"Sekarang semua sektor butuh ICT. Sektor keuangan, UKM, e-commerce. Itu semua kan sektor ICT. Starts up juga begitu. Transportasi juga butuh ICT. Tanpa ICT ini, ekonomi akan mandek sekarang," ujarnya usai menghadiri The Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2017 di Panti Perwira Balai Sudirman, Senin (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal menyayangkan jika Indeks Perkembangan ICT (IDI) Indonesia masih tertinggal. Tahun lalu, United Nations International Telecommunication Union merilis Indonesia menduduki peringkat 108 dari 167 negara.
Sementara, sektor pertambangan, minyak dan gas masih akan lesu. Hal itu disebabkan oleh belum pulihnya harga komoditas. Harga komoditas tercatat masih lemah di pasar internasional.
Lebih lanjut ia menuturkan, sektor manufaktur secara umum diperkirakan masih akan tertekan. Namun, beberapa subsektor industri manufaktur masih berpotensi tumbuh untuk tahun depan.
"Industri manufaktur secara umum masih mengalami tekanan, tetapi di antara industri manufaktur ada subsektornya yang propeknya cukup baik. Antara lain, industri makanan dan minuman, farmasi, botani dan sejenisnya, serta industri alat transportasi, itu yang prospektif untuk 2017," pungkasnya. (bir)