"Kalau di pasar SUN (Surat Utang Negara) dan obligasi, efek Trump itu dana yang keluar sudah di atas Rp30 triliunan. Tetapi kalau total secara year to date, inflow masih sekitar Rp105 triliunan," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung dalam acara Sara Sehan 100 Ekonom, Selasa (6/12).
Kendati demikian, Juda menilai, aliran dana asing di sepanjang tahun ini masih cukup kondusif. Hal ini tercermin dari stabilitas nilai tukar yang tetap terjaga dan sesuai dengan kondisi fundamentalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan masih banyak ketidakpastian. Kami tahu, Trump dengan skenario kebijakannya, tentu punya dampak signifikan terhadap The Fed. Apabila skenario Trump ekstrim, seperti saat kampanye lalu, maka akan ada ekspektasi lebih besar naiknya (Fed rate), karena yield sudah naik signifikan," jelas Juda.
Menurutnya, secara historis pada penghujung tahun, isu likuiditas merupakan isu yang sentral bagi industri perbankan. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya permintaan kredit untuk pemenuhan kebutuhan awal tahun depan.
Muliaman berharap, sentimen yang ditimbulkan oleh global terjadi hanya sementara dan tidak berpengaruh besar terhadap aliran dana asing.
"Likuiditas is the king (rajanya) dalam situasi seperti ini. Apalagi, ketika terjadi perubahan sentimen, sepeti yang kami saksikan satu minggu terakhir. Tentu saja, kami selalu dihadapi dengan isu yang mirip-mirip seperti itu," pungkasnya. (bir/gen)