"Akan keren sekali kalau ada daerah yang berani bilang 'kalau investasi di bidang ini masuk, paling tidak Rp1 triliun, Rp2 triliun atau berapa triliun kita bebaskan PBBnya atau kita beri diskon PBBnya," ungkap Darmin, Rabu (7/12).
Namun demikian, ia menyadari, dibutuhkan komitmen dari pemda dan kepala daerah untuk memberikan insentif tersebut. Pasalnya, pemangkasan tarif PBB dan BPHTB berpotensi menggerus pendapatan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimanapun juga sangat diperlukan peranan pemda, peranan pimpinan pemda, untuk mengundang dan menggerakkan swasta dalam menjalankan perekonomian di daerahnya masing-masing," ujarnya.
"Sayang sekali, konsep dasar itu tidak pernah di-exercise (praktikkan). Tidak perlu secara luas, beberapa sektor saja," terangnya.
Ke depan, Darmin berharap, daerah bisa mengidentifikasi sektor ekonomi apa yang akan didorong dan merancang insentif tarif untuk mengundang investasi di sektor tersebut.