VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, gempa di Aceh tidak mengganggu operasional perusahaan di wilayah tersebut. Ia menyatakan seluruh fasilitas Pertamina tidak mengalami kerusakan, dan operasional berjalan normal.
“Di Aceh Pertamina memiliki lima Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan satu Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Pengecekan segera dilakukan setelah guncangan gempa, dan tidak ditemukan kerusakan di seluruh fasilitas tersebut, yakni di TBBM Sabang, Lhokseumawe, Meulaboh, Krueng Raya dan Simeulue serta DPPU Sultan Iskandar Muda,” jelas Wianda dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saat ini ketiga SPBU tersebut ditutup untuk dilakukan pengecekan aspek safety sebelum dapat dioperasikan kembali. Pengecekan menyeluruh dilakukan untuk memastikan SPBU dalam keadaan baik saat dioperasikan,” ungkapnya.
Pertamina, lanjutnya, telah menyiapkan 1 unit mobil tangki mobile yang dilengkapi flowmeter untuk pelayanan BBM ke masyarakat sambil menunggu kelayakan operasional dari sisi safety untuk 3 SPBU yang berdampak gempa.
“Pelayanan BBM juga tetap dilakukan di dekat lokasi bencana, yaitu di 14.241.406 di Pidie dan 14.241.444 Bireuen sebagai back up,” pungkasnya. (gir/gen)