Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN Kukuh S. Ahmad mengatakan, setiap tahun BSN selalu menjaring produk-produk yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dijadikan acuan bagi pabrikan lain.
“Kalau produk kita tidak menerapkan standar di era globalisasi ini, akan sulit bersaing. Paling tidak kita harus jeli melihat keunggulan yang dimiliki kompetitor dari luar. Serta bagaimana cara berproduksi secara efisien, ini yang harus kita pelajari dengan baik,” ujar Kukuh saat berkunjung ke pabrik Pindo Deli di Karawang, dikutip Kamis (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya rasa Pindo Deli Karawang menjadi role model yang sangat baik karena hampir semua standar yang dibutuhkan oleh buyer mereka penuhi. Tidak hanya SNI untuk produknya misalnya Bola Dunia yang sudah lama mendapatkan lisensi SNI, tetapi juga proses lainnya yang mendukung seperti manajemen secara umum dan manajemen lingkungan,” ucap Kukuh.
“Untuk menghasilkan kertas yang berkualitas tinggi, bahan baku yang kami gunakan adalah kayu serat pendek dan kayu serat panjang. Untuk kebutuhan serat pendek diproduksi dari HTI kami, sementara sisanya sebanyak 10 persen serat panjang harus impor dari negara empat musim, seperti Kanada dan Eropa,” jelas Yuki.
Pasar produk Pindo Deli Karawang sendiri mencakup pemasaran untuk kebutuhan lokal 35 persen dan ekspor 65 persen. Di mana tujuan negara ekspor di dunia juga didukung kantor pemasaran yang tersebar di 40 kota besar di dunia. (gen)