“Dari beberapa penerimaan pajak rutin kami sudah identifikasi mungkin akan bisa mendapatkan sekitar Rp100 triliun, Rp101 triliun atau RP102 triliun. Dan untuk bulan ini, dari tax amnesty dan juga extra effort mungkin akan mendapatkan tambahan sekitar Rp42 triliun,” tutur Sri Mulyani saat ditemui di Menara Sudirman, Jumat (9/12).
Meskipun besar, jumlah itu belum cukup untuk mencapai target penerimaan pajak sepanjang tahun ini. Dengan realisasi penerimaan pajak hingga akhir November sebesar Rp965 triliun, pemerintah harus menggenjot penerimaan pajak bulan ini setidaknya Rp175 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Sri Mulyani masih yakin dompet negara akan aman hingga akhir tahun dan defisit terjaga di level 2,7 persen. Pasalnya, selain penerimaan dari pajak, penerimaan negara juga berasal dari bea dan cukai maupun penerimaan negara bukan pajak.
“Secara umum, penerimaan negara dari perpajakan, dari pajak maupun bea dan cukai, serta dari penerimaan negara bukan pajak masih ada di dalam range yang kita perkirakan. Kalau pun meleset tidak akan terlalu jauh sehingga defisit maksimum masih 2,7 persen dari PDB,” ujarnya. (gen)