Menhub Janji Beri Insentif Kapal Roro Jakarta-Surabaya

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 13/12/2016 02:12 WIB
Menhub Janji Beri Insentif Kapal Roro Jakarta-Surabaya Dengan mengoptimalkan penggunaan kapal roro untuk angkutan logistik laut, Menhub yakin kepadatan jalan raya akan berkurang. (Ilustrasi foto: CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji memberikan insentif bagi kapal roll-on/roll-off (roro) yang melayani rute Jakarta-Surabaya. Hal ini terkait rencana peningkatan fungsi kapal roro yang saat ini hanya melayani lintasan jarak dekat, menjadi lebih terintegrasi ke sejumlah titik kota.

"Kapal roro itu akan berfungsi lebih terintergrasi dengan kota-kota yang lain. Kalau sekarang ini kapal roro praktis hanya difungsikan di selat-selat, seperti Selat Sunda antara Jawa dan Bali, Bali dengan Lombok dan sebagainya," tutur Budi saat ditemui di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Senin (12/12).

Selama ini, lanjut Budi, pihaknya mendapatkan keluhan soal kerusakan jalan raya akibat lalu lalang truk logistik dari pemerintah daerah.


Di sisi lain, okupansi kapal roro dinilai belum optimal. Di beberapa tempat, ada indikasi jumlah kapal roro melebihi kebutuhan.

“Seperti di sini (Pelabuhan Penyebarangan Merak) ada 58 kapal, dengan okupansi hanya 12 hari sebulan. Berarti okupansinya cuma 30%. Ini juga terjadi yang dari Jawa ke Bali,” ujarnya.
Dengan mengoptimalkan penggunaan kapal roro untuk angkutan logistik laut, Budi yakin kepadatan jalan raya akan berkurang.

Untuk menyukseskan proses transisi, Budi juga berjanji akan memberikan kemudahan bagi para pengusaha truk. Kendati demikian, Budi belum bersedia menyebutkan secara detail bentuk insentif yang ia maksud.

Nantinya, selain memberikan insentif bagi angkutan jalan raya yang beralih ke angkutan laut, pemerintah juga akan melakukan deregulasi aturan yaitu dengan pembatasan truk yang akan melewati jalan raya.

“Kita memberikan preferensi agar angkutan logistik itu menggunakan kapal roro. Caranya banyak, kita berikan insentif kepada kapal dan disinsentif kepada mereka yang menggunakan angkutan jalan raya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi meyakini kapal roro merupakan masa depan logistik antar pulau dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Dengan menggunakan kapal roro maka akan meningkatkan frekuensi pengangkutan oleh truk.

"Kemarin dari PT ASDP buat exercise, antara Surabaya ke Lembar itu sampai 2-3 hari. Kalau truk lewat darat bisa 3 kali sebulan, dengan kapal roro bisa 8 kali sebulan," ujarnya.

Budi berharap, PT. ASDP sudah bisa melayari rute Jakarta-Surabaya pada 2017.

"Sebenarnya Saya ingin mulai 20 Desember ini, tapi karena sedang persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru maka awal 2017 harus sudah jalan," tegasnya. (pmg/pmg)


ARTIKEL TERKAIT