Direktur Konsumer Banking BRI Sis Apik mengatakan proses administrasi hingga regulasi telah dituntaskan oleh bank pelat merah itu, sehingga tidak ada alasan lagi untuk memundurkan agenda pembukaan ke tahun depan.
"Rencana sudah pasti tahun ini, mudah-mudahan diresmikan dan tinggal melengkapi syarat-syarat tertentu. Bangunan sudah siap, operasi sudah siap," ujar Sis Apik, Selasa (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, BRI sendiri telah menganggarkan dana hingga Rp50 miliar untuk membuka sebanyak empat kantor cabang.
"Ini perlu, kami harus patuh denggan aturan di sana. General Manager (GM) juga sudah ditugaskan ke sana sudah siap untuk launching. GM-nya orang Indonesia, namun beberapa ada orang lokal juga," jelasnya.
Nantinya, kantor cabang ini akan melayani transaksi dengan berbagai mata uang, seperti mata uang lokal, rupiah, dolar Amerika Serikat (AS), hingga euro dan lain sebagainya.
Bank akan mengajukan permohonan lisensi kelas dua di Timor Leste, lisensi tersebut memungkinkan bank asing untuk menawarkan layanan perbankan dasar, seperti transaksi dan pinjaman, termasuk dalam valuta asing (forex).
Di samping itu, BRI juga membidik nasabah yang banyak melakukan aktivitas perdagangan untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan pengiriman uang (remitansi).
Sebagai informasi, BRI sebenarnya telah mengoperasikan setidaknya 12 cabang di Timor Leste ketika negara itu masih menjadi bagian dari Indonesia. Namun, kantor ditutup setelah provinsi ke-27 Indonesia ini memilih untuk merdeka dalam referendum yang didukung PBB pada tahun 1999.