Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, selain pengoptimalan sumur-sumur tua, Pertamina juga perlu terus melakukan pengoptimalan dengan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Teknologi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu terobosan yang telah diterapkan berbagai negara untuk mengoptimalkan produksi khususnya di lapangan minyak yang sudah tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Research & Technology Petronas Pauziyah Abdul Hamid, memaparkan tentang langkah Petronas dalam menjalankan bisnis migas. Pertama, melakukan perencanaan awal yang matang untuk Enhanced Oil Recovery.
Thomas Suhartanto, Pertamina Expertise, memaparkan perseroan memiliki Pusat Teknologi Pertamina yang bertugas untuk terus mengupayakan pengembangan teknologi untuk peningkatan produksi migas, mengefisiensi distribusi migas serta pengembangan teknologi untuk inovasi energi baru dan terbarukan.
“Pusat Teknologi Pertamina juga aktif bekerja sama dengan lembaga penelitian dan Perguruan Tinggi dalam negeri untuk mengembangkan teknologi eksplorasi dan produksi migas,” ujar Thomas. (gir)