Harga tersebut naik US$16,8 per ton atau setara 19,8 persen dibandingkan HBA bulan sebelumnya US$84,89 per ton.
Tim penentu HBA Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM menyebut, nilai HBA Desember 2016 merupakan nilai HBA pertama yang menembus US$100 dalam empat tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai HBA sendiri dihitung berdasarkan rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara yaitu: Indonesia Coal Index, Platts59 Index, New Castle Export Index, dan New Castle Global Coal Index.
HBA menjadi acuan harga batubara pada kesetaraan nilai kalor batubara 6.322 kkal per kilogram Gross As Received (GAR), kandungan air (total moisture) 8 persen, kandungan sulphur 0,8 persen as received (ar), dan kandungan abu (ash) 15 persen ar.